Submissions
Submission Preparation Checklist
All submissions must meet the following requirements.
- The submission has not been previously published, nor is it before another journal for consideration (or an explanation has been provided in Comments to the Editor).
- The submission file is in OpenOffice, Microsoft Word, or RTF document file format.
- Where available, URLs for the references have been provided.
- The text is single-spaced; uses a 12-point font; employs italics, rather than underlining (except with URL addresses); and all illustrations, figures, and tables are placed within the text at the appropriate points, rather than at the end.
- The text adheres to the stylistic and bibliographic requirements outlined in the Author Guidelines.
Articles
Section default policy
Copyright Notice
Authors retain the copyright of their articles and grant SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen the right of first publication. All articles published in this journal are licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0), which permits use, distribution, reproduction, and adaptation in any medium, provided that appropriate credit is given to the original author(s) and the source. Authors are permitted to distribute and reuse their published articles in accordance with the terms of the CC BY 4.0 License.
Privacy Statement
Nama dan alamat email yang dimasukkan di situs jurnal ini akan digunakan secara eksklusif untuk tujuan yang dinyatakan dalam jurnal ini dan tidak akan diberikan untuk tujuan lain atau kepada pihak lain mana pun.
Kebijakan Diskusi Pascapenerbitan (Post-Publication Discussion Policy)
SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
1. Pendahuluan
SKENOO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen berkomitmen untuk menjaga kualitas, integritas, transparansi, dan akuntabilitas publikasi ilmiah. Sebagai bagian dari upaya pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang teologi dan pendidikan agama Kristen, jurnal ini memberikan kesempatan kepada komunitas akademik untuk melakukan diskusi ilmiah terhadap artikel yang telah diterbitkan.
Diskusi pascapenerbitan (post-publication discussion) merupakan mekanisme komunikasi akademik yang memungkinkan pembaca, peneliti, akademisi, praktisi, dan masyarakat ilmiah menyampaikan pertanyaan, kritik konstruktif, klarifikasi, maupun tanggapan terhadap artikel yang telah dipublikasikan.
Kebijakan ini disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip etika publikasi ilmiah yang direkomendasikan oleh Committee on Publication Ethics (COPE).
2. Tujuan Diskusi Pascapenerbitan
Kebijakan diskusi pascapenerbitan bertujuan untuk:
-
Mendorong dialog akademik yang terbuka, kritis, objektif, dan konstruktif.
-
Memberikan kesempatan kepada pembaca untuk menyampaikan tanggapan terhadap temuan, metodologi, argumentasi, dan interpretasi penelitian.
-
Memberikan kesempatan kepada penulis untuk memberikan penjelasan atau klarifikasi terhadap artikel yang telah diterbitkan.
-
Mengidentifikasi kemungkinan kesalahan atau ketidaktepatan dalam publikasi ilmiah.
-
Memelihara integritas dan kredibilitas publikasi ilmiah dalam bidang teologi dan pendidikan agama Kristen.
3. Ruang Lingkup Diskusi
Diskusi pascapenerbitan dapat mencakup:
-
Komentar Ilmiah: Tanggapan terhadap gagasan, argumentasi, interpretasi teologis, dan kontribusi akademik suatu artikel.
-
Kritik Metodologis: Evaluasi terhadap metode penelitian, pengumpulan data, analisis, dan interpretasi hasil penelitian.
-
Klarifikasi Ilmiah: Permintaan penjelasan mengenai konsep, teori, data, sumber rujukan, atau kesimpulan penelitian.
-
Perbedaan Perspektif Akademik: Diskusi mengenai perbedaan pendekatan teologis, hermeneutis, pedagogis, dan metodologis yang didasarkan pada argumentasi ilmiah.
-
Koreksi Akademik: Penyampaian informasi mengenai kemungkinan kesalahan faktual, bibliografis, metodologis, atau teknis dalam artikel yang telah diterbitkan.
-
Permasalahan Integritas Penelitian: Pelaporan dugaan pelanggaran etika publikasi yang dapat memengaruhi keandalan suatu artikel.
4. Mekanisme Pengajuan Diskusi
Pembaca atau pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan tanggapan ilmiah kepada Dewan Editor SKENOO melalui email resmi jurnal:
Email: skenoo.jurnal@sttia.ac.id
Pengajuan diskusi diharapkan mencantumkan:
-
Identitas dan afiliasi pengirim.
-
Judul artikel yang menjadi objek diskusi.
-
Nama penulis, tahun publikasi, dan DOI atau URL artikel.
-
Uraian pertanyaan, kritik, atau tanggapan ilmiah secara jelas dan sistematis.
-
Argumentasi akademik beserta referensi atau bukti pendukung yang relevan.
-
Pernyataan konflik kepentingan apabila terdapat hubungan yang dapat memengaruhi objektivitas tanggapan.
Identitas pengirim akan dikelola sesuai kebijakan privasi jurnal. Permintaan kerahasiaan identitas dapat dipertimbangkan oleh editor berdasarkan sifat dan substansi laporan.
5. Proses Evaluasi dan Tindak Lanjut
Setiap tanggapan ilmiah yang diterima akan ditangani melalui tahapan berikut:
-
Penerimaan Tanggapan: Tim editorial menerima dan mencatat tanggapan yang berkaitan dengan artikel yang telah diterbitkan.
-
Evaluasi Awal: Editor menilai relevansi, substansi akademik, kelayakan argumentasi, serta bukti pendukung.
-
Klarifikasi Penulis: Apabila diperlukan, editor memberikan kesempatan kepada penulis artikel untuk menyampaikan penjelasan atau tanggapan.
-
Penilaian Akademik: Editor dapat melibatkan anggota dewan editor atau mitra bestari yang kompeten untuk mengevaluasi permasalahan ilmiah yang diajukan.
-
Keputusan Editorial: Editor menentukan bentuk tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi secara objektif, adil, dan independen.
-
Penyampaian Hasil: Keputusan atau hasil evaluasi disampaikan kepada pihak terkait. Tanggapan dan klarifikasi yang memenuhi persyaratan dapat dipublikasikan melalui media resmi jurnal sesuai keputusan editorial.
6. Prinsip Etika dalam Diskusi
Seluruh proses diskusi pascapenerbitan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip:
-
Objektivitas dan kebebasan akademik.
-
Kesantunan serta penghormatan terhadap perbedaan pandangan ilmiah.
-
Transparansi dan akuntabilitas editorial.
-
Kerahasiaan informasi yang perlu dilindungi.
-
Penghindaran konflik kepentingan.
-
Penggunaan argumentasi dan bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
SKENOO tidak menerima komentar yang mengandung serangan pribadi, diskriminasi, penghinaan, fitnah, atau tuduhan tanpa dasar yang memadai.
Perbedaan interpretasi teologis atau pendapat akademik tidak dengan sendirinya dianggap sebagai pelanggaran etika publikasi.
7. Hasil Diskusi Pascapenerbitan
Berdasarkan hasil evaluasi, tindak lanjut diskusi dapat berupa:
-
Klarifikasi: Penulis memberikan penjelasan tambahan mengenai substansi artikel.
-
Tanggapan Akademik: Editor dapat memfasilitasi publikasi komentar atau respons ilmiah sesuai kebijakan jurnal.
-
Koreksi (Correction): Penerbitan pemberitahuan koreksi apabila ditemukan kesalahan yang perlu diperbaiki tanpa membatalkan keseluruhan temuan penelitian.
-
Expression of Concern: Penerbitan pernyataan keprihatinan editorial apabila terdapat kekhawatiran serius mengenai integritas atau keandalan artikel yang belum dapat diselesaikan.
-
Penarikan Artikel (Retraction): Penarikan publikasi apabila ditemukan permasalahan serius yang menyebabkan temuan atau kesimpulan artikel tidak lagi dapat diandalkan.
Koreksi, pernyataan keprihatinan, dan penarikan artikel ditangani berdasarkan kebijakan etika publikasi jurnal serta pedoman COPE yang relevan. Setiap pemberitahuan editorial yang dipublikasikan harus dapat ditelusuri dan dihubungkan dengan artikel terkait.
8. Komitmen Editorial
Dewan Editor SKENOO berkomitmen untuk menangani setiap diskusi pascapenerbitan secara profesional, objektif, adil, dan dalam waktu yang wajar dengan mempertimbangkan kompleksitas permasalahan.
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen SKENOO untuk mengembangkan budaya akademik yang kritis, dialogis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan mutu penelitian dalam bidang teologi dan pendidikan agama Kristen.




