Rekonstruksi Pela Gandong dalam Teologi Sosial dan Pendidikan Agama Kristen Berbasis Kearifan Lokal untuk Perdamaian
DOI:
https://doi.org/10.55649/skenoo.v5i2.162Keywords:
Pela Gandong, Teologi Sosial, Manajemen Konflik, Pendidikan Agama Kristen, Kearifan LokalAbstract
Pela Gandong merupakan kearifan lokal masyarakat Maluku yang berperan sebagai mekanisme sosial dalam membangun persaudaraan dan rekonsiliasi antar komunitas. Penelitian ini merekonstruksi Pela Gandong sebagai paradigma teologi sosial dalam manajemen konflik serta mengintegrasikannya dalam model Pendidikan Agama Kristen berbasis kearifan lokal. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi literatur, observasi, dan analisis fenomenologi untuk memahami bagaimana nilai-nilai Pela Gandong dapat diterapkan dalam Pendidikan Agama Kristen guna memperkuat perdamaian berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pela Gandong selaras dengan nilai-nilai teologi sosial Kristen, terutama dalam membangun harmoni sosial, pengampunan, dan solidaritas. Dengan merancang kurikulum yang mengakomodasi prinsip Pela Gandong, Pendidikan Agama Kristen dapat menjadi lebih kontekstual dan relevan dalam masyarakat multikultural. Model ini berimplikasi pada penguatan karakter inklusif peserta didik serta menawarkan prinsip-prinsip dalam pengembangan studi teologi sosial dan pendidikan agama. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pengintegrasian Pela Gandong dalam sistem Pendidikan Agama Kristen untuk membangun masyarakat yang lebih damai dan harmonis.
Downloads
References
Angkouw, Gabriel James. “Scriptural Reasoning: Peran Kitab Keagamaan dalam Pendidikan Agama Multikultural di Young Interfaith Peacemaker Community Indonesia.” Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan 15, no. 1 (2020): 69–91. https://doi.org/10.37680/adabiya.v15i01.410.
Dominggus, Dicky. “Systematic Literature Review: Fenomenologi Moderasi Beragama Islam dan Kristen di Maluku Berdasarkan Budaya Pela Gandong.” Melo: Jurnal Studi Agama-agama 3, no. 1 (2023): 19–38. https://doi.org/10.34307/mjsaa.v3i1.126.
Dyah Utami, Sri Ayu, Setio Dharma Kusuma, Sofia Margareta, Edi Sugianto, and Sion Saputra. “The Church In The Midst Of Religious Pluralism: Christianity With The Ideology Of Pancasila.” Conference Series 4, no. 2 (2023): 117-123. https://doi.org/10.34306/conferenceseries.v4i2.923.
Dyastuti, R M. “Identifikasi Pela Gandong dalam Merilis Hubungan Kekerabatan.” BAMETI Customary Law Review 2, no. 1 (2024): 55–61. https://doi.org/10.47268/bameti.v2i1.13632
Godlif Malatuny, Yakob, Dan Samuel, and Patra Ritiauw. “Eksistensi Pela Gandong Sebagai Civic Culture dalam Menjaga Harmonisasi Masyarakat di Maluku.” SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal 5, no. 2 (2018): 35–46. https://doi.org/10.15408/sd.v5i2.10554.
Hartimah, Tati, Setyadi Sulaiman, and Nina Farlina. “Pela Gandong for Social Reconciliation and Peacebuilding in Ambon.” Buletin Al-Turas 27, no. 2 (2021): 361–378. https://doi.org/10.15408/bat.v27i2.21847.
Hasby, Muhammad, and Edi Wahyono. “Kearifan Lokal Pela Gandong Sebagai Tanda Perdamaian Masyarakat.” Prosiding Seminar Nasional DMI (2020): 76–86.
Hasudungan, Anju Nofarof, Sariyatun Sariyatun, and Sutiyah Sutiyah. “Implementasi Nilai Local Wisdom Pela Gandong dalam Pendidikan Pasca Rekonsiliasi Konflik Ambon.” Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia 2, no. 2 (2019): 179–190. https://doi.org/10.17977/um033v2i22019p179.
Hehanussa, Jozef. “Pela dan Gandong: Sebuah Model Untuk Kehidupan Bersama dalam Konteks Pluralisme Agama di Maluku.” Gema Teologi 33, no. 1 (2009): 1–15.
Ismail, Roni, Abidin Wakano, and Genoveva Leasiwal. “Resolusi Konflik Keagamaan Berbasis Kearifan Lokal: Studi Atas Pela Gandong di Ambon.” Living Islam: Journal of Islamic Discourses 5, no. 1 (2022): 93–108. https://doi.org/10.14421/lijid.v5i1.3012.
Malisngorar, Julia, and Besse Sugiswati. “Pela Gandong Sebagai Sarana Penyelesaian Konflik.” Perspektif 22, no. 1 (2017): 66–79. https://doi.org/10.30742/perspektif.v22i1.589.
Mbuilima, Ayub Abner Martinus. “Penerapan Karya Inkarnasi Kristus dalam Gereja Multikultural Sebagai Etik Gereja di Indonesia.” Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 2 (2021): 140–152. https://doi.org/10.55649/skenoo.v1i2.13.
Messakh, Jefrit Johanis, Esti Regina Boiliu, Djoys Anneke Rantung, and Lamhot Naibaho. “Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Moderasi Beragama di Era 5.0.” Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 5, no. 5 (2023): 2160–2172. https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i5.5678.
Nelci Mbelanggedo, Jayapura Author Semy Djulandy Balukh. “Pendidikan Agama Kristen Inklusif di Era Post-Truth: Pendekatan Dialog Interspiritual.” Imitatio Christo : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. 1 (2025): 46–59. https://doi.org/10.63536/imitatiochristo.v1i1.5.
Oppenshaw, Derek L., Malan Nel, and Liebie Louw. “Conflict Resolution and Reconciliation Within Congregations.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 74, no. 2 (2018): 1–11. https://doi.org/10.4102/hts.v74i2.4641.
Pesurnay, Althien John. “Muatan Nilai dalam Tradisi Pela Gandong di Maluku Tengah.” Jurnal Adat dan Budaya Indonesia 3, no. 1 (2021): 17–28. https://doi.org/10.23887/jabi.v3i1.35003.
Sucipto, Wirantika, dan Mutia Husna Avezahra. “Pengaruh Budaya terhadap Remaja.” Jurnal Flourishing 3, no. 5 (2023): 205–210. https://doi.org/10.17977/um070v3i52023p205-210.
Toha, La Ilham. “Nilai-Nilai Filosofis Pela Gandong Masyarakat Maluku dalam Hibridisasi Tradisi Masyarakat Pendatang.” Jurnal Lingue 5, no. 2 (2023): 84–102. https://doi.org/10.33477/lingue.v5i2.5907.
Yuni Tobe, Jindry Tafuli, Semuel Linggi Topayung. “Pendidikan Agama Kristen Sebagai Sarana Pembentukan Karakter dalam Konteks Multikulturalisme.” Berkat: Jurnal Pendidikan Agama dan Katolik 1, no. 4 (2024): 25–37. https://doi.org/10.61132/berkat.v1i4.178.
Zalukhu, Amirrudin. “Strategi Integratif Teologi Sosial, Perdamaian, dan Kearifan Lokal dalam Membangun Harmoni Sosial di Indonesia.” CHARISTHEO 4, no. 2 (2025): 175– https://doi.org/193. 10.54592/a56gfe04..
Zebua, Kasieli, and Yogi Oktavianus. “Prinsip-Prinsip Penginjilan Kontekstual Bagi Kaum Intelektual–Religius Berdasarkan Kisah Para Rasul 17:16-34.” Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 4, no. 1 (2024): 73–87. https://doi.org/10.55649/skenoo.v4i1.79.
Zuldin, Muhamad. “Ketimpangan Sebagai Penyebab Konflik: Kajian Atas Teori Sosial Kontemporer.” Temali: Jurnal Pembangunan Sosial 2, no. 1 (2019): 157–183. https://doi.org/10.15575/jt.v2i1.4050.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










