Konseling Pastoral dalam Konteks Keberagaman

Membangun Sikap Inklusif dalam Mendampingi Jemaat dari Latar Belakang Berbeda

Authors

  • Julio Eleazer Nendissa Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.55649/tzgbqy69

Keywords:

Konseling Pastoral; Keberagaman; Sikap Inklusif; Jemaat

Abstract

Tulisan ini membahas urgensi pendekatan konseling pastoral yang inklusif di tengah realitas kemajemukan dalam kehidupan bergereja. Keberagaman, baik dalam aspek budaya, etnis, status sosial, gender, maupun latar belakang teologis, merupakan keniscayaan yang dihadapi oleh konselor pastoral dalam pelayanan pendampingannya. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana konseling pastoral dapat menjadi ruang aman yang inklusif bagi seluruh jemaat tanpa diskriminasi. Melalui analisis kualitatif-deskriptif, tulisan ini mengeksplorasi tantangan yang muncul dalam praktik konseling lintas budaya, seperti potensi bias pribadi konselor, stereotip, serta ketidakpekaan terhadap nilai-nilai lokal. Pembahasan utama berfokus pada strategi pengembangan kompetensi lintas budaya bagi konselor pastoral, yang mencakup pemahaman mendalam tentang konteks konseli, refleksi diri untuk mengatasi prasangka, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai sistem nilai dan kepercayaan. Dengan mengadopsi pendekatan yang peka budaya dan berperspektif inklusif, konseling pastoral tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyembuhan luka batin, tetapi juga sebagai agen rekonsiliasi yang merawat kerukunan dalam komunitas iman yang majemuk. Kesimpulannya, membangun sikap inklusif dalam pendampingan pastoral adalah sebuah keharusan etis dan teologis untuk mewujudkan gereja yang ramah dan relevan bagi semua kalangan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. (2024). KONSELING LINTAS BUDAYA. umsu press.

Amadi, C. (2013). Clinician, Society and Suicide Mountain: Reading Rogerian Doctrine of Unconditional Positive Regard (UPR). Psychological Thought, 6(1), 75–89. https://doi.org/10.5964/psyct.v6i1.54

Andayani, L. S. (2016). Pendampingan Personal Dalam Perspektif Pastoral. Jurnal Masalah Pastoral, 4(2), 27–36. https://doi.org/10.60011/jumpa.v4i2.27

Beek, A. Van. (2011). Konseling Pastoral: Sebuah Buku Pegangan Bagi Para Penolong Di Indonesia. Satya Wacana.

Beek, A. Van. (2017). Pendampingan Pastoral ed. 5. BPK. Gunung Mulia.

Budieni, A. D., Istiqamah, & Salamah. (2023). Pluralisme Agama: Memahami Keberagaman dan Toleransi dalam Konteks Islam di Indonesia. Journal Islamic Education, 1(4), 482–497.

Budiono, L. A., & Masing, M. (2022). Emosi Dalam Perspektif Lintas Budaya. Innovative: Journal Of Social Science Research, 2(1), 579–584. https://doi.org/10.31004/innovative.v2i1.4077

Clinebell, H. (2002). Tipe-Tipe Dasar Pendampingan dan Konseling Pastoral. BPK. Gunung Mulia.

Dolongseda, R. C., Raintung, A. B. J., Tamalonggehe, N. R., & Susmantoyo, R. S. N. (2025). PERAN PASTORAL KONSELING DALAM PEMULIHAN TRAUMA RELASIONAL. ABARA : Jurnal Konseling Pastoral, 3(1), 56–68. https://doi.org/10.64427/jp.v3i1.53

Dyah Utami, S. A., Kusuma, S. D., Sofia Margareta, Edi Sugianto, & Sion Saputra. (2023). The Church In The Midst Of Religious Pluralism: Christianity With The Ideology Of Pancasila. Conference Series, 4(2), 34–43. https://doi.org/10.34306/conferenceseries.v4i2.923

Elvira, A., Defitrian S, A., & Dewinta, Z. (2023). Masyarakat Sebagai Sistem Pendidikan Sosial. Jurnal Global Ilmiah, 1(2), 118–121. https://doi.org/10.55324/jgi.v1i2.17

Engel, J. D. (2016a). Konseling Pastoral dan isu-isu Kontemporer. BPK Gunung Mulia.

Engel, J. D. (2016b). Pastoral dan Kebutuhan Dasar Konseling. BPK Gunung Mulia.

Engel, J. D. (2018). Konseling Masalah Masyarakat. Kanisius.

Engel, J. D. (2020). Pendampingan Pastoral Keindonesiaan. Kurios, 6(1), 47. https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.153

Engel, J. D., & Hallatu, F. (2021). Logo Pendampingan dan Konseling Keluarga. BPK. Gunung Mulia.

Engel, J. D., & Loekmono, L. (2018). Logo Counseling for Low Spiritual Self-Esteem Among College Students. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 7(3), 236–243. https://doi.org/10.11591/ijere.v7.i3.pp236-243

Erningpraja. (2014). Spiritualitas dan Kualitas Hidup. Gramedia.

Fergusson, D. (2013). Humans created according to the imago dei: An alternative proposal. Zygon, 48(2), 439–453. https://doi.org/10.1111/zygo.12014

Gintings, E. P. (2024). Pastoral Konseling: Membaca Manusia Sebagai Dokumen Hidup, Identifikasi Diri Untuk Mengatasi Trauma Dan Luka Batin Dalam Pelayanan Pastoral Konseling. ANDI.

Gulo, E. (2023). Roh Kudus Bekerja Melalui Pelayanan Pastoral Konseling. Feniks Muda Sejahtera.

Gunawan, I. (2013). Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Bumi Aksara.

Helyanan, B., Mangali, A., & Oktasari, G. M. (2024). Pastoral Konseling Sebagai Strategi Misi dalam Pengembangan Spiritual Jemaat GERMITA Pintu Elok Lahu. THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education and Psychospiritual, 1(2), 1–17. https://doi.org/10.70420/theosebia.v1i2.52

Hidayat, F., Maba, A. P., & Hernisawati. (2018). Perspektif Bimbingan dan Konseling Sensitif Budaya. https://doi.org/10.31219/osf.io/vnqhb

Kowal, J. R., Manusiwa, C. M., Sureni, S., & Dendeng, L. C. (2025). Cyber Counseling: Pastoral Support through WhatsApp Group to Fellow Congregants. Proskuneo: Journal of Theology, 1(2), 105–117. https://doi.org/10.53674/pjt.v1i2.223

Kumendong, J. A., Harisantoso, I. T., & Tampake, T. (2025). Tradisi Dragel sebagai Model Pendampingan Pastoral Kontekstual dalam Budaya Suku Sangir. MARSAHALA: Journal of Religious and Cultural Studies, 1(2), 135–146. https://doi.org/10.64099/n7ghcz67

Langi, E. A., Nendissa, J. E., Kowal, J. R., & Nyaming, F. G. (2025). Cultural Transformation through Contextual Mission Approach in the Digital Age. Studia Philosophica et Theologica, 25(1), 17–33. https://doi.org/10.35312/studia.v25i1.711

Lioy, D. (2024). The Imago Dei: Biblical Foundations, Theological Implications, and Enduring Significance. Verba Vitae, 1(3–4), 26–27. https://doi.org/https://verba-vitae.org/index.php/vvj/article/view/25.

Maghfhirah, S. (2021). PERKEMBANGAN MORAL, SOSIAL, DAN SPIRITUAL ANAK USIA DINI. EDU PUBLISHER.

Mangeghong, D., & Nendissa, J. E. (2026). Efektivitas Layanan Konseling Pastoral Online dalam Menangani Kecemasan dan Depresi pada Pemuda Gereja. Journal Of Spirituality And Practical Theology, 2(2), 124–140. https://doi.org/https://doi.org/10.69668/josapra t.v2i2.174

Mardawani. (2020). Praktif Penelitian Kualitatif: Teori Dasar dan Analisis Data Dalam Penelitian Kualitatif. CV: Budi Utama.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nendissa, J. E. (2021). Kajian Teologis Kristis Terhadap Pelayanan Online Di GMIM Syaloom Karombasan Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Teologi Cultivation, 5(2), 141–158.

Nendissa, J. E. (2024). ETIKA PELAYANAN KONSELING PASTORAL PENDETA BAGI JEMAAT. ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling, 1(2), 37–47. https://doi.org/10.70420/bstt7696

Nendissa, J. E. (2025). Peran Pendeta Dalam Melakukan Pelayanan Pendampingan Pastoral Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Rohani Jemaat. Jurnal Teologi Cultivation, 9(2), 547–566. https://doi.org/https://doi.org/10.46965/jtc.v9i2.2611

Nendissa, J. E., Langi, E. A., & Sampepadang, R. D. (2026). Si Tou Timou Tumou Tou as a Model of Mentoring and Counseling Based on Minahasa Cultural Values: Implications for the Evangelical Church in Minahasa (GMIM). G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 10(2), 1756–1774. https://doi.org/10.31316/g-couns.v10i02.7954

Nendissa, J. E., Simamora, R. H., Rotua, D. M., Baringbing, P. G. W., & Farneyanan, S. (2024). Pluralisme Agama-Agama: Tantangan, Peluang, dan Perspektif Teologis Dalam Membangun Kerukunan Umat Beragama di Indonesia. SAMI: Jurnal Sosiologi Agama Dan Teologi Indonesia, 2(2), 155–184.

Nendissa, J. E., Sureni, S., Manusiwa, C. M., & Kowal, J. R. (2025). Percakapan Konseling dengan Masyarakat Akar Rumput (Termarjinalkan) di Kota Manado. Jurnal PKM Setiadharma, 6(1), 43–55. https://doi.org/10.47457/jps.v6i1.563

Reisty Riung, Wungow, S., Deyse Rosni Damasing, Dimas Eka Putra Monggilali, & Mardioni Parentah. (2024). PERAN PASTORAL KONSELING DALAM MENGATASI KONFLIK JEMAAT. ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling, 1(4), 44–55. https://doi.org/10.70420/x7twag80

Rotua, D. M., Ranting, H., Pangkey, L. N., Wohon, F., & Nendissa, J. E. (2025). Integrasi Teologi dan Psikologi Terhadap Pemulihan Penyakit Mental Pada Anak Dari Keluarga Broken Home. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 8(2), 238–256. https://doi.org/10.34081/fidei.v8i2.635

Sugianto, E. (2025). Teologi Gender dan Keadilan Dalam Gereja: Isu Kesetaraan Gender dan Keterlibatan Perempuan Dalam Pelayanan Publik. In Y. Sanjaya & R. D. Y. Pandie (Eds.), Teologi Publik di Era Disrupsi: Suara Gereja dalam Isu Keadilan Sosial, Ekologi, dan Artificial Intelligence (1st ed., pp. 95–115). Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas. https://publisher.yayasanyutapendidikancerdas.com/index.php/yutapress/catalog/book/38

Sumadi, E. (2016). MEMBANGUN KEBERAGAMAAN INKLUSIF MELALUI KONSELING MULTIKULTURAL. KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 7(1), 118. https://doi.org/10.21043/kr.v7i1.1358

Suratman, E. (2023). Love above religion (mengimplementasikan ajaran kasih di tengah kemajemukan). Phoenix Publisher.

Trusty, J., Looby, E. J., & Sandhu, D. S. (2002). Multicultural Counseling Context, Theory and Practice, and Competence. Nova Science Publishers.

Uktolseja, F., Engel, J. D., & Lattu, I. Y. M. (2020). Mangayu Bagyo: Falsafah Lokal sebagai pendampingan dan Konseling Lintas Agama di Losari. Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 10(1), 41–53. https://doi.org/10.25273/counsellia.v10i1.5274

Widiyaningtyas, E., & Prasetyo, J. (2023). PERAN PELAYANAN KONSELING PASTORAL DALAM MENANGANI REMAJA TROUBLE MAKER AKIBAT KURANG PERHATIAN. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, Dan Pendidikan, 7(1), 1–11. https://doi.org/10.51730/ed.v7i3.121

Zahro’, L. S. (2021). Persatuan Dan Kesatuan Dalam Keberagaman Budaya Di Indonesia. https://doi.org/10.31219/osf.io/8eacv

Downloads

Published

30-04-2026

How to Cite

Konseling Pastoral dalam Konteks Keberagaman: Membangun Sikap Inklusif dalam Mendampingi Jemaat dari Latar Belakang Berbeda. (2026). SHAKAN: Jurnal Teologi, Konseling, Dan Pendidikan Kristen, 1(1), 31-49. https://doi.org/10.55649/tzgbqy69